Tips Membuat QR Code yang Mudah Dipindai
QR Code yang terlihat bagus belum tentu mudah dipindai. Keberhasilan pemindaian dipengaruhi ukuran, kontras, ruang kosong, kualitas media, dan kondisi ketika kode digunakan. Karena itu, desain sebaiknya selalu diikuti pengujian.
Gunakan kontras yang jelas
Perbedaan warna antara pola kode dan latar belakang harus mudah dilihat kamera. Kombinasi gelap dan terang umumnya lebih aman daripada warna yang terlalu mirip.
Jangan menghilangkan ruang putih
QR Code membutuhkan area kosong di sekelilingnya agar sistem pemindai dapat mengenali batas kode. Hindari menempatkan teks atau ornamen terlalu dekat dengan pola.
Sesuaikan ukuran dengan jarak
Semakin jauh pengguna memindai, semakin besar kode yang dibutuhkan. Kode pada poster besar perlu dipikirkan berbeda dari kode pada kartu nama atau label kecil.
Hati-hati saat menambahkan logo
Logo dapat membuat desain lebih menarik, tetapi bagian tengah QR tetap harus memiliki cukup informasi untuk dipulihkan oleh mekanisme koreksi kesalahan. Setelah menambahkan logo, selalu lakukan tes pemindaian.
Perhatikan kualitas cetak
Gambar yang buram, pecah, terdistorsi, atau terkena pantulan cahaya dapat menyulitkan kamera. Gunakan file berkualitas baik dan hindari mengubah rasio kode saat mencetak.
Uji dengan beberapa perangkat
Satu ponsel yang berhasil membaca bukan berarti semua kondisi akan berhasil. Cobalah beberapa kamera dan kondisi cahaya untuk mendapatkan gambaran yang lebih realistis.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Mengapa QR Code saya tidak bisa dipindai?
Penyebabnya bisa berupa ukuran terlalu kecil, kontras rendah, logo terlalu besar, kualitas cetak buruk, atau pola yang terpotong.
Bolehkah QR Code berwarna?
Boleh selama kontras antara pola dan latar tetap jelas.
Apakah logo wajib?
Tidak. Logo hanya elemen desain dan tidak diperlukan agar QR Code berfungsi.